53Istimewa Jogja Berbagi Cita dan Cerita

Demi berpartisipasi untuk Menyapa Indonesia 53 “Ganesha Merangkul”, teman-teman Ganesha Bianglala di Jogja menggelar “Sharing Strategies to Win Scholarships” di UPN Veteran Jogjakarta, Minggu, 17 April 2016 lalu. Selain untuk ajang berkumpul, beginilah cara teman-teman 53Istimewa Jogja “merangkul”. Simak penuturan cerita dari Retno Purwa mewakili teman-teman 53Istimewa Jogja lainnya.

photo733813223315319123

Perjuangan, Satu Hal yang Patut Kita Rayakan
Sebelum pelaksanaan PK, kami, Awardee BPI LPDP PK-53 Regional Jogjakarta pernah mengajukan kerjasama dengan PMI dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia UPN Veteran Jogjakarta terkait pelaksanaan kegiatan donor darah dan sharing informasi beasiswa sebagai salah satu tugas pra-PK yang pada akhirnya dibatalkan. Meskipun tugas pra-PK dibatalkan, kerjasama sudah terlanjur dibicarakan. Ada tanggungjawab yang harus diselesaikan. Tentu saja, ini adalah kesempatan untuk kami bisa reunian.

Tidak terlalu sulit untuk menemukan kata sepakat. Tanggal acara sudah ditentukan, yang artinya akan semakin sering kami mengadakan rapat, semakin sering kami bisa dipertemukan keadaan. Setidaknya, sampai acara berlangsung, kami akan banyak menghabiskan waktu bersama. “Seperti sebuah keluarga, kita juga perlu meluangkan waktu demi sebuah kebersamaan, bukan?

Dengan jumlah kami yang bisa dibilang sedikit dan kerjasama dengan pihak luar yang ‘tidak terlalu’ menjadikan acara ini sebuah prioritas, tentu saja kami benar-benar harus bekerja keras. Dimulai dari penyusunan konsep acara, mencari sponsor, pengadaan perlengkapan acara sampai pengisi acara pun kami upayakan dengan susah payah. Kabar baiknya, kami ‘terpaksa’ belajar multi-tasking melalui acara ini.

Kapan lagi dalam sebuah acara, ketua panitia bisa diberdayakan secara totalitas? Lucu memang, ketua panitia mencetak proposal sponsorship bahkan mengantarkannya ke sponsor-sponsor tujuan meskipun pada akhirnya tak satupun diterima. Dialah Ilyas Anindita. Menjadi pembicara, yang harusnya tinggal duduk dan menyampaikan materi, dalam acara ini justru diberdayakan menempel poster yang di dalamnya terpampang nyata foto close up dirinya di beberapa kampus tetangga. Siapa lagi kalau bukan Rezki Wulan Ramadhanti dan Aziza Restu Febrianto. Kalian memang luar biasa, Kawan.

Perjuangan belum berhenti sampai di sini. Hari H acara, seperti biasa, wacana mulai persiapan pukul 5:00 pagi, nyatanya baru benar-benar berkumpul pukul 6:30. Acara dimulai dengan drama peserta yang tersesat, yang berakibat pada molornya pembukaan, dan tentu saja bergesernya jadwal acara. Dilanjut dengan sesi Simulasi IELTS, yang seharusnya bisa jadi momen untuk kami beristirahat sejenak, tapi kenyataannya tidak. Kami masih saja sibuk dengan ini itu yang harus diselesaikan. Bahkan, salah satu calon pembicara di sesi ketiga, Imam Arif, justru menjadi operator PC pada sesi pertama dan kedua. Benar-benar totalitas tanpa batas.

photo733813223315319150

Secara keseluruhan, acara kita sukses, Kawan. Kekurangan-kekurangan yang ada selama acara berlangsung itu lumrah. Perjuangan kita, tentu lebih layak kita rayakan daripada hasil yang kita dapatkan. Kerja keras dan kerjasama dalam kebersamaan, semoga selalu dapat mempererat kekeluargaan.” Paling berkesan, kehadiran Nanda Perdana, Susari Nugraheni, Meina Berlianti, dan Deni Saputra yang tak hadir namun tetap berperan. Hari ini boleh jadi hari yang paling melelahkan, yang kelak akan sangat kami rindukan. Dan lagi, setiap sampai pada penghujung acara, akan selalu muncul pertanyaan: “Setelah acara ini selesai, masih mungkinkah kita sering berkumpul seperti ini, Kawan?


Penulis: Evelynd dan Retno Purwa

 

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail