Ada Apa Dengan “On The Spot Essay Writing LPDP”?

030-essay

Seleksi “On The Spot Essay Writing” mulai “diperkenalkan” pada seleksi LPDP batch 3 tahun 2015. Bagi sebagian orang, menulis sebuah essay adalah masalah besar. Padahal, sebagai pelajar, tentunya tugas tulis menulis ini harus menjadi “makanan sehari–hari”. Untuk itulah, Sobat Bianglala mencoba berbagi pengalaman mengenai hal ini.

Untuk bisa menulis essay yang “berisi” tentunya harus memiliki bahan untuk dituangkan dalam tulisan. Kembali lagi, persiapan dengan membaca – baca kasus atau isu yang sedang hangat dibicarakan menjadi penting sekali. Sama dengan pengalaman menghadapi LGD, biasanya topik yang dipilih adalah topik yang sedang banyak dibicarakan.

Kita tidak perlu menjadi ahli yang tahu pemecahan dari setiap topik yang ada. Namun akan lebih baik bila kita sudah baca–baca pendapat para pakar dalam bidang tersebut di media massa. Di media massa yaa…. jangan di medsos yang seringkali diragukan kebenarannya itu… Sehingga dengan bahan dari bacaan yang tepat, kita bisa membangun opini yang didukung pendapat yang logis.

Seperti apakah essay yang diminta untuk dituliskan? Barangkali bagi yang pernah ikut test TOEFL iBT, akan tahu yang dinamakan “Independent Writing”. Kira – kira seperti itu. Kita akan diminta untuk memilih satu dari 2 topik yang diberikan, lalu menuliskan opini kita beserta alasan atau argumen yang menguatkan opini kita itu. Untuk lebih mudahnya, essay dapat dibagi dengan kerangka sebagai berikut:

  • Paragraf pertama, bisa kita tuliskan latar belakang dari topik yang diberikan secara umum. Paragraf ini bisa dikembangkan sendiri dengan kata–kata kita sendiri, sebagai pengantar untuk paragraf–paragraf selanjutnya. pendapat kita akan topik yang diberikan juga bisa dituliskan di paragraf ini.
  • Paragraf–paragraf yang di tengah essay bisa berisi penjabaran dari alasan atau argumen–argumen yang mendukung opini kita. Bisa juga diisi dengan contoh nyata dari alasan yang kita tuliskan.
  • Paragraf terakhir, sebaiknya berupa kesimpulan dari paragraf–paragraf sebelumnya.

Jangan lupa untuk mengingat waktu. Akan lebih baik kalau kita punya waktu sejenak guna membaca ulang essay yang kita tuliskan. Nah, semoga pengalaman di atas dapat berguna bagi yang berminat mendapatkan beasiswa LPDP.

Semoga sukses!


Penulis: Kezia Eka Sari Dewi

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail