Buku Untuk Anak Nusantara

Kalau Trio Detektif bergerak dengan metode Hantu ke Hantu, Imam bergerilya dengan media sosial. Salah satu anggota PK-53, Imam Arif, rela jemput bola mengambil buku-buku di tempat tinggal donatur demi anak-anak yang membutuhkan. Dari akun Facebook-nya ia menggalang sumbangan dalam bentuk buku dengan hasil memuaskan: 600 buku dalam tempo satu bulan!

 

Ingin Hidup Berguna

Imam Arifa’illah Syaiful Huda, alumnus Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang ini punya prinsip bahwa dirinya harus bisa memberi manfaat bagi orang di sekitarnya. Hal inilah yang mendorongnya untuk membidani Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara pada 25 April 2015 lalu.

Imam ingin memberi kontribusi langsung pada masyarakat sekitarnya. Memang pada awalnya ia bingung mengenai langkah apa yang bisa dilakukan karena Imam tak ingin dianggap hanya bisa bicara tapi tidak bertindak. Ia pun melihat kondisi di sekitarnya dan memperhatikan bahwa salah satu masalah terbesar adalah pendidikan di mana banyak anak kurang mampu yang sebenarnya punya semangat belajar tapi tak mendapat bahan yang dibutuhkan, yaitu buku.

Terpicu kecintaannya pada buku, Imam pun memutuskan untuk membangun sebuah komunitas yang pada perkembangannya diberi nama Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara atau biasa disebut GPAN. Tujuan utama GPAN adalah membantu anak-anak, khususnya yang kurang mampu secara ekonomi untuk memperoleh sumber belajar berupa buku.

GPAN melayani penyaluran buku-buku sumbangan dari berbagai kalangan dan mengembangkan perpustakaan di daerah-daerah yang membutuhkan buku referensi. Selain itu, Imam dan rekan-rekan sevisinya aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuannya tentu saja untuk menambah wawasan dan membantu meningkatkan minat baca anak-anak dan menanamkan nilai-nilai karakter yang baik.

 

Menyebar dari Medsos ke Medsos

Imam memanfaatkan Facebook untuk merekrut anggota, mengkomunikasikan ide kreatif kepada teman-teman dan meminta masukan. Promosi kegiatan ini dibarengi dengan ajakan pada kawan-kawan Imam dan anggota GPAN lain untuk ikut serta menyumbangkan buku. Imam bahkan sengaja keluar masuk rumah mengambil buku dari beberapa teman untuk kemudian disumbangkan. Dengan bantuan teman-teman media sosial Imam juga mendapat tambahan pasukan pencari donatur buku. Hasilnya luar biasa, sekitar 600 buku telah terkumpul dalam waktu kurang lebih satu bulan.

GPAN pertama terbentuk di Desa Pakis Kembar, Malang dan sampai saat ini sudah tersebar di 4 regional, yaitu regional Malang, regional Jogja, regional Lamongan, dan regional Jember. Anggota tim GPAN pada umumnya terdiri dari mahasiswa S1, S2, guru, dan ada juga yang dari kalangan pegawai swasta. Menariknya, beberapa pengurus adalah penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan lho.

Program-program GPAN yang sudah berjalan antara lain tebar buku, mengembangkan perpustakaan, nonton bareng film inspiratif bersama masyarakat, gerakan 1000 pena, dompet nusantara, bazar, dan buku berjalan.

 

Rencana GPAN Masa Depan

Aktivitas GPAN yang cukup padat mau tidak mau menuntut komitmen tinggi dari anggotanya. Karena itulah tim rekrutmen GPAN secara rutin melakukan evaluasi atas kinerja anggota yang kurang aktif. Bulan April 2016, rencananya GPAN akan membangun regional di luar Jawa, yaitu di NTB. Saat ini sudah terjalin komunikasi aktif dengan beberapa anggota GPAN yang berdomisili di luar Jawa.

GPAN saat ini masih dalam tahap mengembangkan website. Diharapkan nantinya semua informasi yang dibutuhkan mulai dari latar belakang, cara berkontribusi sampai dengan laporan pertanggungjawaban akan dapat diakses dari satu pintu, website GPAN tersebut.

Beberapa informasi GPAN, terutama yang bersifat regional baru dapat diintip di:
www.gpanmalang.blogspot.co.id
www.gpanlamongan.blogspot.co.id.

 

  1. Mendidik dan Menginspirasi
gpan1

Gambar: Mendidik dan menginspirasi Anak-Anak Nusantara

gpan2

Gambar 2: Bermain Sambil Belajar

gpan3

Gambar 3: Keceriaan anak-anak dalam mengikuti serangkaian kegiatan GPAN

gpan4

Gambar 4: anggota GPAN menanamkan semangat kepada anak-anak  untuk meraih mimp-mimpinya

gpan5

Gambar 5: Mendidik Generasi Emas Penerus Bagsa

gpan6

Gambar 6: Berbagi Kepada Anak-Anak Panti Asuhan

 

  1. Pengembangan Perpustakaan Anak Nusantara
gpan7

Gambar 7: Awal Pengembangan Perpustakaan Anak Nusantara Yang Bekerjasama dengan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang

 

  1. Dompet Nusantara
gpan14

Gambar: Sumbangan Buku Dari Beberapa Donatur Untuk Anak-Anak Nusantara


Tertarik untuk ikut serta berbagi buku bersama GPAN? Silahkan kirim pertanyaan atau saran ke founder GPAN: faillah.arif@gmail.com


Penulis: Putri Utaminingtyas

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail