Eki si Bang Sensodyne

“Hai, saya Jehezkiel Martua, GSK Oral Healthcare Expert Marketing dan saya akan menanyakan beberapa hal tentang gigi sensitif kepada Anda.”

Hayo, siapa yang masih ingat iklan pasta gigi berinisial S itu?
Masih ingat? lupa? Yowes, santai aja kayak di pantai 😀
yuk kita lihat dulu video yg satu ini..

Di iklan itu ada Jehezkiel Martua, GSK Oral Health Care Expert Marketing, menjelaskan tentang penyebab gigi sensitif. Mengaku kalau rejekinya di periklanan hanya laku sebagai bintang iklan Sensodyne, Eki berkomentar bahwa dirinya bisa jadi bintang iklan karena memang strategi marketing perusahaan untuk brand itu mengedepankan “expert recommendation“.

Dua tahun berselang, sekarang calon ayah yang akrab disapa dengan panggilan Eki ini punya cerita tentang LPDP dan PK-53.

Mendebat Interviewer

Gw biasa dipanggil Eki. Kampus tujuan gw: Manchester University di UK. Sebelum akhirnya lulus seleksi LPDP, gw pernah gagal di seleksi wawancara batch 3 tahun 2015. Gw rasa gagalnya gara-gara pas wawancara gw sempat berdebat seru sama interviewer mengenai latar belakang pendidikan S1 yang ngga align dengan tujuan sekolah gw. Gw lulusan Kedokteran Gigi UI trus rencananya mo lanjut ambil MBA jadi waktu itu gw dicecar masalah pilihan studi, kenapa nggak lanjut ke Kedokteran. Selain faktor itu, kayaknya juga gara-gara gw ngga mematuhi instruksi pengawas pas Essay on the Spot.

eki

Jehezkiel Martua Simanjuntak – Awardee LPDP Program Magister (S2) Luar Negeri, tujuan University of Manchester, The United Kingdom.

 

Gw punya prinsip pantang menyerah n keyakinan bahwa gw bisa bangkit sekaligus ngebuktiin ke diri sendiri bahwa gw punya kapabilitas. Selain itu juga khan masi ada kesempatan sekali lagi, kenapa juga nggak gw ambil?

Persiapan gw jelas lebih dari sebelumnya, gw sengaja bikin roleplay wawancara sama istri gw. Dia yang udah ngedorong n ngasi semangat gw supaya bangkit lagi. I’m very lucky to have her in my life (ahseeek, red). Gw juga research tentang jurusan yang mo diambil sekaligus bikin kontribusi nyata apa sih yang mo gw buat pas balik sekolah nanti. Skalian memetakan kerjaan sekarang, studi gw n profesi yang akan gw ambil.

Tips n trik gw? Be confident and have respect! Know yourself and your goals and most importantly: NEVER QUIT! Satu lagi: lo mesti belajar nulis. Serius! Gw banyak baca blog dan tulisan-tulisan terkini tentang hal-hal yang beredar di masyarakat. Nggak cuma itu, gw juga latihan mengenali berbagai macam pola menulis. Gw sih dulu gak siapin list pertanyaan tapi gw bener-bener melatih diri untuk membahasakan pilihan ambil Master di bidang bisnis meskipun latar belakang pendidikan gw Kedokteran Gigi.

Ada pengalaman menarik waktu gw seleksi batch 3. Pasti tau khan kalo Tasya Kamila juga jadi awardee LPDP? Nah, dia itu temen LGD gw. She’s very humble and sweet. Nggak sombong sama sekali. Gw sempat bikin group Whatsapp sama anak-anak sekelompok LGD itu, tapi ngga tau deh sekarang pada ke mana, hahahaha…

Pengalaman ngga enak waktu test LPDP yang pertama adalah waktu nulis Essay on the Spot pertama kali. Gw gugup setengah mati sampe ngabisin waktu. Lima menit pertama abis nulis gw sempetin baca lagi. Abis baca gw baru nyadar kalo ini ngga nyambung sama topik yang dikasih. Gw minta kertas baru sama petugasnya, which is sebenernya menurut aturan tuh ngga boleh. Sempet debat juga tuh, alamak.

Kalo gw bilang sih kita lulus beasiswa ini sebenernya baru awal perjalanan untuk memperbaiki bangsa. Belum sepantasnya ngerasa puas atau berbangga diri, malah harusnya kita bisa nunjukin kalo emang pantas mendapatkan kesempatan ini. Jangan sia-siakan! Dan ingat juga kita mendapat beasiswa bukan karena kita pintar tapi karena kita memiliki Tuhan yg mengatur jalan hidup kita, yang menempatkan orang-orang baik di sekeliling kita dan mendukung perjuangan kita.

Nara dan PK-53

Gw sempat baca di post GB (Ganesha Bianglala, red) sebelumnya kalau Nara nyebut-nyebut nama gw, hahaha. I just simply want to help a friend in need. It’s part of being a human being in my opinion. Kebetulan aja yang minta tolong si Bli Nara. Kalau ada orang lain yang minta sebisa mungkin pasti gw bantu. Uang bisa dicari, tidak seperti sahabat.

Kalo soal interview bahasa Inggris, kebetulan dari dulu emang gw lumayan bagus bahasa Inggrisnya. Dan waktu itu gw rasa gw bisa bantu Bli untuk mempersiapkan interview nya dia berbekal pengalaman interview gw pas masuk MBS (Manchester Business School, red).

Gw tanya sama Bli jurusan dia apa dan pembimbingnya siapa. Trus gw coba research untuk cari tau kira-kira yang ditanya apa. Dari situ gw cuma membantu Nara untuk meningkatkan confidence-nya dia dalam berbahasa Inggris. Nara sudah baik bahasa Inggrisnya. He’s obviously a very smart person so he deserved to be in Oxford.

I always value friendship.. And I’m also very loyal to my friends.. I will go the extra mile to help a friend in need. In whatever way I can. Kuncinya: jangan berharap balas budi.. Lakukan dengan tulus.. Dengan rasa kasih.. Seeing a smile from a friend is enough joy for me.

Terakhir kata-kata mutiara gw:
“Persahabatan itu seperti orang pipis di celana: basah di luar, tapi hangat di dalam”


Penulis: Putri Utaminingtyas

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail