Kopdar Kalimantan: Di mana Jarak dan Jalan yang Berliku Bukan Penghalang

Minggu, 27 Desember 2015 merupakan hari yang berkesan bagi Sobat Bianglala yang berasal dari Kalimantan Timur. Mereka adalah Rendy Wirawan dan Amelinda Pratiwi.

kaltim

Ada hal unik dari kopi darat (kopdar) ini, dimana dua orang peserta berasal dari kota yang berbeda. Berbeda dengan di pulau Jawa, kota-kota yang berada di Pulau Kalimantan jaraknya cukup jauh.  Amelinda Pratiwi yang biasa dipanggil Amel berdomisili di Bontang sedangkan Rendy Wirawan, atau yang biasa dipanggil Rendy bertempat tinggal di Balikpapan. Jarak antara keduanya adalah sekitar 6 jam perjalanan.

Berdasarkan kesepakatan antara keduanya maka dipilihlah kota Samarinda sebagai meeting point, dengan alasan jarak yang tidak memberatkan bagi keduanya. Jarak antara Bontang- Samarinda sekitar 3 jam, sementara jarak antara Balikpapan-Samarinda sekitar 2 jam. Menurut Amel “perjalanan ke  Samarinda cukup melelahkan dimana jalan naik turun, mutar-mutar seperti ular dan bikin mabuk juga”. Rendy juga mengakui hal yang sama “perjalanannya lebih lawas daripada ngobrolnya”.

Keduanya bersepakat bertemu di Islamic Centre Samarinda yang merupakan ikon kota Samarinda, tetapi dikarenakan terjebak macet, mereka memutuskan untuk bertemu di Big Mall Samarinda. Dalam pertemuan tersebut mereka memutuskan menamakan group mereka Bianglala Pesut yang merupakan ikan khas Kalimantan Timur yang banyak terdapat di sungai Mahakam. Pertemuan berikutnya sendiri diadakan pada hari Sabtu, 2 Januari di Balikpapan, kampung halaman Rendy.


 

Penulis: Firdaus Elhadi

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail