Langkah Jitu Taklukkan Leaderless Group Discussion LPDP!

Conceptual classroom series

Salah satu tahapan dalam seleksi beasiswa LPDP adalah Leaderless Group Discussion atau biasa disingkat LGD. Ada banyak pelamar yang bertanya–tanya, seperti apakah LGD itu? Apa sajakah yang dinilai dalam LGD? Untuk penilaian, tentunya hanya psikolog yang mengamati yang tahu jawabannya. Namun di sini, Sobat Bianglala mencoba berbagi pengalaman bagi teman–teman yang tertarik untuk mendapatkan beasiswa LPDP.

Apa sajakah yang harus kita persiapkan? Pertama–tama, perbanyak membaca berita tentang isu–isu yang sedang hangat dibicarakan. Tentunya bukan gosip artis yaa… tapi isu–isu yang menyangkut nasib bangsa ini. Misalnya, kemarin ada topik mengenai “program bela negara” atau “hukuman kebiri” atau “Freeport”. Akan lebih baik lagi bila bisa membuat grup, entah Whatsapp, Telegram maupun LINE dengan sesama pelamar yang lulus seleksi administrasi, untuk kemudian berbagi info mengenai isu–isu hangat ini.

Lalu bagaimana di hari “H” seleksi? Pertama–tama tenangkan diri dulu, sehingga nantinya kita bisa berdiskusi dengan baik dan tidak gugup. Akan lebih mudah bila sebelumnya sudah kenal/tahu dengan teman yang akan bersama-sama melakukan LGD. Sehingga bisa janjian dulu mengenai tata cara diskusi. Namun ini juga jangan terlalu diatur, karena akan tampak tidak natural diskusinya. Namanya juga LGD, tidak dituntut harus ada pemimpinnya. Namun demikian, ada yang punya pengalaman, LGD nya jadi tidak efektif karena terlalu lama berdiskusi menentukan tata cara/urutan berpendapat. Waktu habis hanya untuk menentukan giliran berbicara. Sungguh kasihan peserta yang hanya dapat waktu sisa kurang dari 2 menit untuk menyampaikan pendapat…

Yang ketiga, sikap selama diskusi berlangsung… Tidak ada salahnya menjadi orang yang pertama mengambil inisiatif untuk berbicara. Tapi juga jangan mendominasi. Sampaikan pendapat anda dengan singkat, padat namun berisi. Berilah kesempatan kepada teman lain untuk berpendapat. Jangan takut untuk berbeda pendapat, tapi sampaikanlah perbedaan-pendapat itu dengan kalimat yang sopan. Satu hal yang sangat penting dalam LGD, jangan sekali–kali memotong pembicaraan peserta lainnya.

Yang keempat, pengaturan waktu. LGD akan terasa sangat singkat, karena peserta LGD juga akan diberi waktu untuk membaca bacaan mengenai topik yang ada. Selain itu, harus dipastikan agar semua peserta mendapatkan giliran berbicara. Ada kelompok yang sepakat untuk mengatur kesempatan berbicara sesuai urutan tempat duduk. Namun cara lain juga bisa diterapkan. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah di akhir sesi LGD harus ada penyusunan kesimpulan dari diskusi yang berlangsung.

Nah, semoga pengalaman di atas dapat berguna bagi yang berminat mendapatkan beasiswa LPDP.

Semoga sukses!


Penulis: Kezia Eka Sari Dewi

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail