Mengupas Tuntas Pengabdian Tanpa Batas Seorang Adiguna Bahari

Nekat menghentikan pemotor dan menodongnya untuk menjadi ojek dadakan, itu hanya sekelumit kisah dari Adiguna Bahari, ketua Pra PK dan PK-53 LPDP. PK alias Persiapan Keberangkatan menyimpan banyak cerita yang menarik untuk dikupas. Kali ini kita akan menyimak curahan hati dari Adi. Siapakah Adi dan mengapa ia mengajukan diri jadi ketua, ayo baca terus.

ganesha

Peduli Pada Angkatan
Adiguna Bahari, lajang (dengan status complicated) kelahiran 1993 ini menyatakan alasannya saat mengajukan diri jadi ketua pra-PK adalah karena rasa peduli yang besar pada angkatan. Selain itu profesi sebagai calon wirausahawan muda juga merupakan salah satu privilege yang memungkinkan dirinya untuk lebih fleksibel.

Periode memimpin yang cukup singkat, yaitu sekitar satu setengah bulan menjabat sebagai Ketua Pra-PK dan 6 hari sebagai Ketua PK tentunya membawa banyak kenangan bagi Adi. Salah satu kejadian paling berkesan adalah saat penugasan pertama yaitu meeting dengan Pak Kamil (PIC PK) di mana Adi memutuskan untuk turun dari mobil di Pasar Cirebon dan langsung menghentikan motor di tengah jalan untuk diberdayakan sebagai ojek. Tak sia-sia, ia berhasil on-time sampai di lokasi meeting walaupun mengorbankan selembar uang biru bergambar Ngurah Rai.

Adi tidak pernah menganggap dirinya adalah sosok yang paling hebat. Justru dengan candaan khasnya ia berkilah bahwa semua peserta LPDP itu calon pemimpin Indonesia.
Semua peserta LPDP itu calon pemimpin Indonesia. Saya hanyalah satu butiran pasir di pesisir pantai Bali yang menawan.”

Bagi Adi tak ada tugas yang terlalu berat saat dikerjakan bersama-sama. Menurutnya yang paling penting adalah menemukan bakat setiap anggota angkatan. Dari situ barulah Ketua bisa memetakan kekuatan tim dan memaksimalkan tugas PK dengan cara mendelegasikannya ke orang yang tepat. Right man on the right place, karena masing-masing orang memiliki pengalaman, bakat ataupun minat di bidang yang berbeda. Adi beranggapan dengan cara ini tim PK-53 dapat menjadi kesatuan yang solid, karena tiap anggota berperan sesuai dengan kemahirannya, misalnya untuk lagu angkatan, fotografi, desain, tarian, MC, event organizing dan lain-lain.

Pernah Mencecap Kegagalan
Mungkin tak banyak yang tahu bahwa keberhasilan Adiguna masuk ke LPDP Awardee batch 4 ini adalah hasil tes yang kedua karena sebelumnya ia tak lulus seleksi di batch 4 tahun 2014. Seperti pada umumnya anggota PK-53 yang lain, Adi juga gagal di tahap LGD dan interview.

Waktu itu saya apply ke MIT jurusan Oceanography. Bisa dibilang saat itu agak nekat karena saya hanya bermodal email dari Professor di MIT yang menyatakan ia menginkan saya di Lab-nya. Secara hati jurusan oceanography gak sebidang dengan jurusan saya di S1. Kayaknya reviewer LPDP dapat melihat kalau saya tidak siap untuk itu. “

Tak lama setelah gagal, Adi sengaja memanfaatkan kesempatan terakhir dengan sebaik-baiknya. Ia mengubah strategi dengan menyiapkan universitas tujuan dan jurusan yang lebih cocok dengan minat dan latar belakang S1-nya, yaitu University of Queensland. Adi pun mengusahakan supaya untuk tes kali ini ia punya bekal yang lebih mantap ketimbang sebelumnya, yaitu dengan memiliki Unconditional LoA dari University of Queensland.

Tips & Trik ala Adiguna
Adi tak menyangkal bahwa tips dan trik darinya mungkin terkesan klise namun terbukti ampuh. “Cukup dengan menjadi diri sendiri aja dan pastikan kita memahami bidang studi yang kita pilih. Jangan lupa untuk mengetahui betul bagaimana studi kita dapat bermanfaat bagi Indonesia. Stay humble, jangan terlalu mengawang-ngawang saat menjawab pertanyaan.”

Untuk tes Leaderless Group Discussion (LGD), pastikan untuk membaca semua berita terkini dan jangan rakus untuk mendominasi pembicaraan dalam kelompok. Pastikan semua anggota dapat jatah berbicara yang sama. Adi berkata bahwa saat dirinya LGD di tes kedua, semua anggota kelompoknya mendapat giliran yang sama satu per satu dan hasilnya 90% lolos.

Adiguna dan Ganesha Bianglala
Ditanya tentang pesan dan kesannya tentang PK-53 Ganesha Bianglala, Adi berkata dengan semangat
Ganesha Bianglala angkatan paling rame! Saya sangat bersyukur semua anggota dapat berkontribusi saat berlangsungnya PK. PK yang kesannya menegangkan dan strict jadi sangat fun and enjoyable. Yang penting saat ada lagu melantun.. jangan berhenti goyang karena kita bukan angkatan yang KAKU!”

Sebaliknya, saat teman-teman PK-53 ditanya kesan dan pesannya tentang Adi, ini dia jawaban mereka:

Orangnya mau mendengarkan saran orang lain dengan baik. Dulu awal kenal Adi sangat bocah sekali hahaha, tapi setiap diberikan masukan dan saran dipertimbangkan dengan baik, hingga Adi bisa menjadi Adi yg lebih dewasa “ –  nama dirahasiakan demi kebaikan bersama

Meskipun terlahir dari keluarga cukup dia tidak pernah menggantungkan keberhasilannya dari apa yang dimiliki oleh orang tua.. dia adalah pejuang tangguh bagi kesuksesan dirinya”  – Indra Ariyanto

Jangan kaku, Di” – Pradita Sibagariang

117 orang aja dipimpin, apalagi 1 keluarga.”  – anonym

Kesanku awalnya dia kaku haha, termasuk sama Pak Kamil. Setelahnya, dia supel, bertanggung jawab, well-respected, selalu ada untuk PK-53, energetic, aktif di tim PK LPDP. Pesanku sih dia jangan terlalu capek juga krn banyak kegiatan.” – Naufan Raharya

Terima kasih atas perjuangan dan dedikasimu selama menjadi Ketua, Adi. Stay positive dan humble ya.


Penulis: Putri Utaminingtyas

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail