Turiya, Rumah Belajar Istimewa

Adelia Kesumaningsari, salah satu anggota PK-53, saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif Master Program – Developmental Psychology di Maastricht University. Selain itu ia juga dikenal sebagai pendiri lembaga bimbingan belajar untuk anak berkebutuhan khusus bernama Turiya. Alasan apa yang mendorong Adel, panggilan akrabnya, untuk membuka kegiatan ini? Mari kita simak cerita Adel.

Adelia

Apa itu Turiya?
Nama Turiya itu berasal dari Bahasa Sansekerta “Tut Wuri Handayani”, yang artinya pure enlightment. Filosofi yang diambil adalah bagaimana cara berinteraksi, mengajar, mencintai anak dan membangun nilai tersebut di sekitar kita. Turiya bukan non-profit organization karena terus terang saja kami masih membutuhkan biaya operasional seperti honor pengajar, sewa rumah, listrik, air dan lain-lain. Walaupun demikian, rate yang kami kenakan pada orang tua murid masih terjangkau.

Fokus Turiya sebagai rumah belajar lebih pada anak usia dini dan berkebutuhan khusus. Kami mengenalkan konsep huruf, kata, apa maksud kata tertentu dan menghubungkannya dengan obyeknya (conceptual understanding), kata ini termasuk ke dalam kategori mana dan merangsang keingintahuan mereka. Don’t’ get me wrong, metode ini bukan mengajarkan anak untuk bisa baca tulis di usia dini. Tujuan utama kami adalah membangun sosio-emotional melalui aktivitas baca buku cerita bergambar.

Aktivitas lain yang bisa ditemui di Turiya antara lain persiapan menulis, bagaimana menguatkan kemampuan motorik halusnya dengan pelan-pelan menulis huruf.  Kami tetap membaca sejauh mana kemampuan anak tersebut dalam memahami dan berlatih, kalau ternyata anak punya kemampuan untuk lebih dari batas umurnya, kenapa tidak disesuaikan?

Hal yang kami tekankan termasuk edukasi orangtua: do not push your kids too hard. Orang tua tetap tidak bisa lepas tangan atas pertumbuhan sang anak, jadi bukan hanya setor anak ke bimbingan belajar (bimbel) lalu menuntut anaknya jadi sesuai ekspektasi mereka. Apabila orangtua ingin anak yang suka membaca, seharusnya mereka juga harus aktif memberi contoh. Apalagi keseharian anak khan lebih banyak dihabiskan di rumah ketimbang di bimbel.

adel2

Memenuhi Kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus
Kalau tadi kebetulan banyak membahas soal anak usia dini, namun sebenarnya Turiya juga memfasilitasi anak berkebutuhan khusus (ABK). Siapa saja yang masuk dalam kategori ABK ini? Kami menerima anak yang punya kendala belajar seperti sulit atensi dan gangguan konsentrasi, school phobia, poor achiever, dan yang memiliki emotional-behavior problem at class atau anak berkebutuhan khusus tertentu seperti autis (yang low-mild autism, seperti Asperger misalnya), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), low IQ, dan speech delay.

Turiya menyediakan kelas asistensi belajar yang bekerjasama dengan psikolog dalam assessment awal anak, penyusunan program belajar, atau konsultasi orangtua. Kami membantu mereka untuk bisa lebih adaptif dan optimal dalam mengejar ketertinggalannya di kehidupan sehari-hari maupun proses akademik. Terkait penanganan anak kebutuhan khusus ini, kami juga menyedikan layanan shadow (guru pendamping anak berkebutuhan khusus di sekolah) karena anak ABK yang masuk di sekolah umum butuh guru tambahan untuk membimbing secara privat dalam mengerjakan tugas /mengikuti instruksi di dalam kelas. Kami berusaha keras dalam mendukung para orangtua dan membantu mereka untuk ‘memeluk dan mendekap’ anak special mereka ini.

Sejarah Berdirinya Turiya
Turiya berdiri pada bulan Agustus 2014, berawal dari kemenangan saya dan dua orang teman dalam program wirausaha muda di kampus. Nominal hadiah yang dimenangkan cukup ngepas untuk pembangunan Turiya. Seiring berjalannya waktu dan melalui berbagai proses jatuh bangun, saya tetap berjuang untuk mempertahankan sekolah ini. Lumayan, Turiya mendapat perhatian besar di beberapa pelatihan dan kompetisi seperti Rumah Perubahan Rhenald Khasali, Wirausaha Muda Kota Denpasar, Finalis Wirausaha Muda Provinsi Bali dan juga Finalis Duta Wirausaha Muda Universitas Udayana.

Saya juga aktif merekrut teman-teman, terutama fresh grad alumni Psikologi Udayana untuk terlibat. Mereka saya ajak untuk ikut jadi pengajar, penyusun kurikulum, desainer aktivitas belajar mengajar, atau sebagai penghubung dengan klien. Ada yang menemukan passion-nya di Turiya, ada juga yang kemudian memilih karir lain.

Aktivitas & Lokasi Turiya
Turiya aktif membuat acara gratis setiap Car Free Day hari Minggu di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar. Acaranya antara lain mewarnai, kegiatan bersama anak, outbound anak, dan sesi konsultasi orangtua. Tema dan kegiatannya bervariasi. Nah, di sesi konsultasi ortu ini kami mengundang psikolog-psikolog muda yang mau terlibat. Lumayan, kami bisa jadi jembatan antara orangtua dengan psikolog.

Selain itu, kegiatan Turiya antara lain:

  • Aktivitas belajar di rumah belajar Senin – Jumat jam 13.00 –00.
  • Play Zone di Car Free Day Lapangan Niti Mandala Renon – Denpasar.
  • Outbound anak, presentasi di sekolah, bantu-bantu psikolog untuk menjalankan tes psikologi di sekolah-sekolah.
  • Mini-sharing ke mahasiswa terkait developmental psychology, educational psychology, teknik-teknik penanganan anak ABK dengan cara bekerjasama dengan para praktisi.

Sampai dengan saat ini (November 2016), Turiya baru punya 1 sekolah yang berlokasi di Jalan Palapa XIII No.9, Sidakarya – Denpasar.

Mimpi saya di masa depan sebenarnya ingin membuka sekolah untuk ABK dengan biaya terjangkau di lokasi lain. Karena saya bisa membayangkan besarnya dana yang dibutuhkan ortu ABK ini untuk support anaknya dari kecil sampai dewasa nanti. Upaya dan biaya yang dibutuhkan terbilang cukup besar, berkali-kali lipat anak normal dari segi kesabaran, ketabahan, dan finansialnya. Sekolah ABK, terapi untuk anak ABK, fasilitas yang digunakan, semua serba mahal. Saya berharap dengan adanya sekolah yang bisa saya kembangkan suatu saat nanti, kami bisa membantu mereka.

Pengalaman Berkesan Bersama Turiya
Pengalaman yang paling berkesan ya saat pembangunan Turiya ini karena banyak pelajaran hidup yang saya dapat. Misalnya saat semua masalah muncul di saat yang bersamaan: saya harus tetap tersenyum di depan klien walaupun sedang ada sedikit konflik dengan kolega, belum lagi harus tetap kreatif menghasilkan ide bagaimana menarik perhatian anak didik dan yang paling penting: menjaga kepala tetap dingin saat berinteraksi dengan banyak orang.

LPDP dan Maastricht University
Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan dari LPDP untuk melanjutkan pendidikan di Maastricht University. Jurusan yang saya ambil, program Developmental Psychology merupakan program yang sesuai untuk mempelajari psikologi perkembangan. Tujuan kuliah, selain lapar ilmu dan memang suka belajar, saya ingin mendapat insight lebih yang kemudian bisa dikembangkan dalam proses kreatif. Belajar di luar negeri juga akan memberi perspektif, pengalaman baru, juga link luas terkait dengan proses perkembangan anak.

Sepulang dari sini saya berencana untuk fokus dalam pengembangan Turiya supaya bisa lebih maju. Doakan dan support kami ya!

Kegiatan Turiya dapat diakses melalui Instagram kami: https://www.instagram.com/turiyaschool/


Penulis: Putri Utaminingtyas

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail