Untukmu, Pelangiku..

Untukmu, Pelangiku..

pelangi

Hari ini, tepat sebulan berlalu
Aku dan kamu bertemu dalam tawa haru
Hangat jabat tanganmu masih membekas di jemariku
Kau tahu? Senyummu juga runtuhkan dinding pembatas aku dan kamu
Hingga ia menjadi kita..

Mari kuceritakan kembali nostalgia kita dulu
Kau ingat? Hari itu kita masih saling tersipu malu
Namun, ada rasa yang menggebu untuk saling bercengkrama merdu
Di sudut itu, mataku tertuju padamu
Di ruangan itu, suaramu menggemakan relung hatiku
Kamu, ya kamu.. Ganesha Bianglalaku..
Kau ingat? Subuh itu suaramu memecah lenyap tidurku
Bukan ku marah, bahkan tak sedikitpun ku menggerutu
Kau ucap kalimat keramat ‘tuk bangunkan aku
“Ayo banguuun! class call, class call!” tuturmu..
Hingga riakan langkah pun berpacu menuju anak tangga itu

Siang pun menyapa
Pada Suji, Tarum, Lembayung, Ambar, Kenanga dan Saga
Kurasakan semangat itu masih menyala
Kulihat jemarimu masih sigap menorehkan setiap untaian kata
Kuperhatikan tajam tatapanmu masih tertuju pada sumber suara

Dan sore pun menghampiri
Ah, satu persatu mata itu mulai sayu dan terkulai
Dalam hati ada yang bergumam, “merem dikit ah biar seger lagi”
Tapi kenyataan tak sesuai dengan harapanmu, bukan?
Kau malah tertidur gagah di barisan terdepan

Sudahlah, lupakan..karna malam telah menjemput kita
Regangkan semua kekakuan yang ada
Lepaskan tawa agar tak murung dunia
Tebarkan warna pada malam gelap yang telah memalingkan muka
Berdoalah agar esok kita dapat kembali mengukir cerita

Untukmu, pelangi hidupku..
Tak ada yang kebetulan di dalam kehidupan
Bahkan daun yang berjatuhan pun sudah diatur Tuhan
Cukup jarak kita saja yang berjauhan
Tapi hati kita jangan, sayang

Untukmu, Ganesha Bianglalaku
Di belahan bumi manapun kau berada
Walau nanti raga tak lagi menjejak di tempat yang sama
Bahkan bila hanya namaku yang tersisa di dunia
Percayalah, bahwa kita masih bisa mendekap erat dalam doa


Penulis:  Ukhfi Thursina

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail