Yuk Intip Keseruan Hari Pertama PK Ganesha Bianglala!

Hari 1

  1. Kedatangan dan registrasi peserta PK
  2. Sesi 1 – Pak Kamiluddin: Penjelasan PK
  3. Kunjungan ke Kandank Jurank Doank

851316116_63066_4206655444944365153

“Capek hanya dimiliki oleh orang yang tidak punya tujuan” – Mohammad Kamiluddin

Hari pertama setelah registrasi, Sobat Bianglala disambut dengan quote gahar dari Mohammad Kamiluddin atau yang akrab disapa pak Kamil ini. Bagaimana tidak, sebagai PIC PK, energi beliau sendiri seakan tak pernah habis. Dalam sesi pertama ini beliau menjelaskan susunan acara dan tata tertib PK yang harus dipatuhi selama 6 hari ke depan.

Sedikit curhat, beliau juga menyampaikan bahwa membangun bonding angkatan dalam kurun waktu hanya 6 hari itu tidak mudah, jadi diharapkan partisipasi peserta juga untuk bersifat kooperatif dengan panitia dan melupakan sosok dan peran masing-masing peserta di luar PK. Selama seminggu tersebut tidak ada yang namanya artis, manajer, dosen atau title apapun yang disandang di luar PK. Semua adalah sama: peserta PK.

Terdengar menyeramkan? Pada kenyataannya tidak sama sekali lho, karena dengan melepaskan atribut apapun yang kita punya di luar PK, malah menjadi lebih bebas dan membaur antara satu sama lain.

Selepas sesi pertama dari pak Kamil, kami diberi kesempatan untuk bersiap-siap menuju venue menarik: Kandank Jurank Doank. Sesuai kesepakatan sebelumnya, kami berganti pakaian dengan kaos sesuai arti nama kelompok masing-masing. Masih ingat dong, Saga berarti merah, Lembayung itu ungu, Suji identik dengan hijau, Kenanga diwakili oleh kuning, Ambar ngga bisa lepas dari oranye dan Tarum yang mengaum dengan biru. Hasilnya, Ganesha Bianglala benar-benar tampak seperti pelangi dengan campuran keenam warna tersebut. Seru!

Ngapain aja sih di Kandank Jurank Doank? Kami disambut oleh dua MC kocak, bang AF yang mengaku-ngaku adalah Afgan dan kak Ipul yang ogah disamakan dengan Saipul Jamil. Dipandu mereka, kami bermain bermacam-macam game yang seru dan melibatkan urat tawa saking kocaknya sang MC. Seperti layaknya permainan lain, ada yang namanya reward dan punishment. Di sinilah letak serunya game tersebut, saat ada yang kalah dan ada kompetisi memperebutkan posisi pemenang.

Setelah acara game dan shalat Ashar berjamaah, kami diajak untuk berkumpul di auditorium terbuka nan asri untuk mengikuti acara yang dipandu oleh Dik Doank. Pada intinya, Dik mendorong semua peserta untuk bisa bermanfaat bagi sesama, senantiasa tersenyum dan menghapus iri, dengki dan amarah. Ketiga sifat tersebut adalah dinding penyekat antara diri manusia dengan Tuhannya. Jangan khawatir atas ikhtiar yang sudah dilakukan, karena Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib dalam perjuangan membangun demi orang lain.

Sharing session bersama Dik Doank diakhiri beberapa menit sebelum adzan Maghrib. Pihak Kandank Jurank Doank sudah memfasilitasi lapangan lengkap dengan tikar dan sajadah untuk pelaksanaan shalat berjamaah. Setelah Maghrib, seluruh peserta menikmati makan malam sambil bercengkerama dan menanti adzan Isya. Sama halnya seperti shalat Ashar dan Maghrib, Isya pun ditunaikan secara berjamaah.

851322920_63022_12353784095841863468

Usai shalat Isya, keseruan berikutnya menanti kami: persembahan live music dari tim Kandank Jurank Doank. Wow, live music yang disuguhkan tak kalah dengan sajian spesial dari kafe ternama. Uniknya, alat musik yang digunakan bukan hanya alat musik biasa seperti keyboard, gitar dan drum, namun juga ada saxophone, kumpulan gelas beling, kaleng kerupuk bekas dan bahkan ember pecah! Siapa sangka benda-benda seperti itu bisa dimanfaatkan sebagai alat musik.

Berbagai lagu dilantunkan oleh tim Kandank Jurank Doank, mulai dari lagu-lagu ciptaan Dik Doank sampai dengan karya musisi tanah air lainnya seperti Chrisye. Tak hanya lagu pop, dangdut pun mendapat porsi signifikan di sini. Bergoyang dangdut? Siapa takut!

Tepat pukul sebelas malam acara diakhiri dengan berat hati. Badan lelah namun hati senang dan pikiran riang. Kami pun digiring kembali ke dalam bus untuk kembali diangkut ke Wisma Hijau. Hari pertama berhasil dilalui dengan sukses dan penuh kenangan. Masih ada lima hari lagi menanti. Siap? Tentu saja!


Penulis: Putri Utaminingtyas

Share this:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail